^ Sabung Ayam Dari Suku Dayak Kalimantan ^

November 4th, 2017

Sabung ayam atau adu ayam dari suku Dayak Kalimantan tidaklah berbeda dengan tradisi mengadu ayam pada suku-suku lainnya di pelosok nusantara, khususnya untuk suku Dayak Mualang. Dayak Mualang yang adalah merupakan salah satu dari Etnis atau suku dayak berasal dari Kalimantan Barat, nama dari suku mereka adalah Mualang yaitu nama dari seorang pahlawan yang mempunyai julukan Manok Sabung atau sabung ayam.

Memang sudah sejak dahulu telah menjadi suatu tradisi sabung ayam di Kalimantan yang dapat ditemui dihampir semua pelosok pulau Borneo, mulai dari selatan hingga ke utara yang saat ini adalah negara dibagian Malaysia Sabah. Salah satu suku dayak, adalah Dayak Linoh. Suku tersebut juga sering sekali menggunakan sabung ayam sebagai solusi untuk memecahkan sebuah masalah dengan cara rukun serta damai. Pada umumnya di suku dayak apabila terjadi sebuah perselisihan antara para anggota suku, mereka akan menggunakan cara Goreng Letup atau Rendam sebagai cara penyelesaian masalah tersebut. Dalam Ritual Rendam tersebut orang yang berselisih kepalanya akan direndam didalam air, dan siapa yang kepalanya keluar duluan dari air itu maka dialah yang harus mengalah dalam perselisihan tersebut. Sedangkan dalam Ritual Goreng berbeda serta lebih mengerikan lagi, orang yang berselisih maka tangannya akan direndamkan pada suatu wadah yang berisikan minyak panas, siapa yang tangannya diangkat duluan maka dialah yang harus mengalah dalam perselisihan tersebut.

Masyarakat dari suku Linoh yang satu ini lebih bijak, mereka lebih memilih untuk menggunakan sabung ayam sebagai solusi pemecahan suatu masalah apabila terjadi sebuah perselisihan. Orang yang berselisih diwajibkan membawa seekor ayam aduan yang mereka miliki untuk ditarungkan, ayam petarung yang kalah tentu jelas pemiliknya harus mengalah juga. Dari budaya tersebut perlu kita ketahui bahwa pada seluruh suku dayak Linoh sangat menaati aturan tersebut secara turun-menurun hingga saat ini.

Menurut dari orang daya Linoh, kuat apa tidaknya ayam aduan dipengaruhi dari beberapa hal, misalnya dari segi warna bulunya, jam makannya, serta bagaimana cara ayam aduan tersebut mencari makan. Tradisi serta budaya sabung ayam dalam kehidupan orang Dayak Linoh ini mencerminkan sebuah hukum adat yang sangat fleksibel untuk mengganti sebuah hukuman dengan cara yang lebih bagus.

 

Baca Juga : Sabung Ayam Adalah Tradisi Adat Bali

 

Pada jaman sekarang ini yang telah lebih modern ini, sabung ayam dayak Kalimantan tersebut justru dijadikan sebagai sebuah sarana untuk tempat perjuain serta bukan lagi sebagai adat istiadat meski masih terdapat beberapa suku yang masih mempertahankan tradisi serta budaya sabung ayam tersebut. Memang sabung ayam adalah merupakan salah satu tradisi serta kearifan loka yang perlu dilestarikan, jangan sampai sabung ayam tersebut hilang di telah oleh kemajuannya jaman yang berkembang dengan sangat cepat.

Leave a Reply