Rencana Dilegalkannya Sabung Ayam di Bali

January 29th, 2017

sabung ayam

 

Tajen alias sabung ayam nantinya akan diresmikan di Bali, demikian yang dipalorkan oleh situs judi bola online. DPRD Bali sedang memikirkan berbagai cara untuk membuat Perda (peraturan daerah) menyangkut hal ini.
Nyoman Adi Wiryatama, Ketua DPRD Bali mengatakan bahwa tujuan legalisasi itu dilakukan agar Tajen dapat dimonitor dengan dilakukan di tempat-tempat yang titentukan, jangan sampai terjadi sabung ayam di tempat yang tidak semestinya, seperti di dekat sekolah, perkampungan, atau tempat lainnya.
kata Adi di kantornya “Tujuannya supaya hal ini terhindar dari Tajen yang digelar di tempat yang tidak semestinya”
Sebenarnya tujuan utama dilegalkannya permainan sabung ayam ini adalah agar Tajen dapat dengan mudah diawasi karena hal ini adalah bersangkutan dengan acara keagamaan dan tradisi. Karena saat ini Tajen banyak diadakan di tempat sembarangan dan sesuka hatinya dengan waktu yang tidak menentu, bahkan hingga tengah malam.
“Ayamnya kan bisa ngantuk dan capek juga kalau dimainkan sampai pagi hari, dan terlebih lagi bakal mengganggu ketertiban umum dan warga sekitar. Karena itu lah harus ada aturan waktu dan tempatnya agar teratur, tutur Adi.

Tradisi

Walau begitu, pembuatan Perda Tajen juga memerlukan masukan semua pihak mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, akademi, aktivis, dan unsur lain.
“Jadi perda ini masih lama. Kami masih melakukan kajian dari beberapa aspek dulu. Kami tidak buru-buru dalam men-sahkan Perda Tajen,” tutur politisi PDI-Perjuangan ini.
Tajen adalah sebutan dari Tabuh Rah. Ucapan Tajen diperkirakan dari kata Tajian. Taji adalah pisau tajam yang memiliki 2 sisi mata pisau yang digunakan pada kaki ayam, yang panjangnya kira-kira 10 cm.

Tujuan dari dipasangnya taji ini adalah supaya ayam sabung yang diadu tersebut dapat melukai musuhnya, jadi ada darah di tanah. Darah inilah yang disebut Tabuh Rah yang mempunyai arti yaitu ritual menebarkan darah suci.

Tajen adalah bagian dari acara ritual keagamaan prang sata atau tabuh rah yang melekat pada penduduk dan masyarakat Hindu Bali, dimana tabuh rah ini mempersyaratkan harus adanya darah yang menetes menjadi syarat atau simbol men-sucikan seluruh umat manusia dari keserakahan dan ketamakan terhadap hal duniawi.

Leave a Reply