^ Ratusan Ayam Petarung Tewas Terserang Flu Burung ^

February 3rd, 2018

Bahayanya Penyakit Flu Burung Terhadap Ayam Peternakan Para Peternak

Di Indonesia demam ayam laga telah ada sejak dari jaman nenek moyang di Indonesia, dimana para masyarakat Indonesia rata-rata yang gemar sabung ayam ataupun pelihara ayam aduan telah tidak bisa dihitung jumlahnya. Oleh sebab itu para peternak mengambil sebuah peluang tersebut untuk membudidayakan ayam petarung untuk meraup keuntungan. Supaya dapat menghasilkan ayam tarung semuanya itu memerlukan proses serta keahlian khusus dikarenakan apabila terjadi suatu kesalahan maka jelas akan terjadi suatu hal yang merugikan para peternak ayam aduan tersebut. Seperti sebuah kejadian yang telah terjadi di Ponorogo.

 

Related image

 

Ratusan ekor ayam petarung peranakan Bangkok milik seorang peternak di Ponorogo, Jawa Timur, mati tiba-tiba. Diduga kematian dari unggas tersebut bisa terjadi disebabkan oleh flu burung. Akibat dari kejadian tersebut para peternak terpaksa harus kerugian sebanyak jutaan rupiah serta para peternak juga menghentikan usahanya dikarenakan kekurangan modal untuk bangkit kembali lagi. Berdasarkan dari pengamatan dimana belasan kandang ayam aduan milik Sumarno warga dari Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Ponorogo tersebut kosong tidak terisi dikarenakan ayam yang dibudidayanya telah mati semua sejak seminggu terakhir. Hanya terdapat dua ekor ayam keturunan dari bangkok yang tersisa itu juga kondisinya sudah sekarat.

 

 

 

Kondisi yang serupa juga dialami oleh puluhan peternak ayam aduan lainnya di desa tersebut sejak seminggu terakhir sebanyak ratusan ekor ayam aduan juga mati mendadak serta sebagiannya lagi sedang sakit parah. Pada awalnya keluar air dari hidung ayam dan lemas tidak dapat berdiri tegak serta tidak berkokok, beberapa saat kemudian ayam tersebut mati lemas serta setiap harinya terdapat beberapa ayam aduan yang mati dikarenakan penyakit tersebut. Setelah ayam aduan mati tubuhnya berwarna hitam kebiruan. Warga telah menduga kematian ayam tersebut diakibatkan oleh wabah flu burung yang selama ini menghantui mereka. Kematian ratusan ekor ayam aduan tersebut membuat para peternak rugi karena harga ayam aduan keturunan bangkok tersebut apabila dijual maka keuntungannya dapat mencapai Rp 250 sampai 600 ribu rupiah untuk setiap ekor ayam tersebut.

 

Baca Juga : Ayam Pakhoy Super Asli Memiliki Kelihaian Dalam Pertarungan

 

Seperti yang dialami oleh Hartono dari akibat kejadian tersebut sebanyak 42 ekor ayam aduannya mati. Dia harus menanggung kerugiannya yang tidak sedikit yakni diatas 20 juta rupiah. Sementara waktu tersebut dia menghentikan usaha peternakannya dikarenakan mengalami kerugian banyak. Walau telah berlangsung sekitar seminggu serta ratusan ayam aduan telah mati tetapi masih belum ada petugas dinas kesehatan yang datang ke lokasinya. Warga sangat berharap supaya pemerintah segera mengambil sebuah tindakan ataupun setidaknya adanya bantuan untuk menangani penyebaran flu burung tersebut yang bisa merusak kesehatan manusia tersebut membunuh berbagai macam unggas mereka.

Leave a Reply