Mitos Ayam Bangkok Putih Petarung Yang Unik

July 21st, 2017

Dalam ilmu Jawa kuno, ayam bangkok dibedakan menjadi kelas kelas-tertentu berdasarkan warna bulunya. Masing-masing kelas warna memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Salah satu yang paling unik misalnya adalah ayam bangkok putih atau kinantan.

Ayam bangkok warna ini dianggap unik karena adanya beberapa mitos yang menyelimutinya. Apa saja mitos ayam bangkok putih tersebut? Berikut ini adalah ulasannya!

Ayam Bangkok Putih
Ada banyak mitos yang menyelimuti ayam bangkok dengan warna putih. Masing-masing mitos muncul dari daerah yang berbeda-beda. Berdasarkan pengalaman saya sebagai para penyabung pemula yang beberapa kali sabung ayam keluar daerah.

Mitos-mitos yang paling banyak dipercaya mengenai ayam bangkok putih:

Penolak Bala
Mitos pertama tentang ayam bangkok putih terkait dengan sarana penolak bala. Ayam bangkok putih bila dipelihara di rumah, dipercaya dapat membuat segala penyakit dan gangguan halus yang hendak menggangu si pemilik rumah menjadi menghilang. Inilah sebabnya mengapa ayam bangkok putih sering kali dicari oleh paranormal sama seperti ayam cemani atau ayam hitam.

Ditakuti Ayam Lawan
Bangkok putih kinantan berada digolongan terakhir, bukan berarti tidak ditakuti oleh ayam lainnya. Kharisma ayam bangkok putih justru dirasa lebih kuat dibandingkan ayam blorok, jalak, dan klawu. Hal ini bukan mitos karena bisa dibuktikan langsung. Jika anda punya seekor ayam bangkok putih, keluarkan ia berdekatan dengan ayam kampung. Lihat reaksi apa yang terjadi pada si ayam kampung tersebut.

Menimbulkan Keributan di Arena
Beberapa para penyabung tua meyakini mitos yang menyebut bahwa ayam bangkok putih jika dibawa ke arena laga (kalangan) bisa menimbulkan keributan. Mitos berdasarkan pengalaman bahwa ayam bangkok putih memasuki arena dengan ayam petarung lainnya, kemudian lawannya berlari meski pertandingan baru dimulai.

Keadaan inilah yang membuat suhu antar para penyabung yang menarungkannya memanas. Bukannya ayam yang bertarung, tetapi para penyabungnya justru saling adu pukul hingga keributan pun akhirnya tercipta di arena tersebut. Karena keadaan ini, ayam bangkok putih biasanya tidak boleh dimainkan atau ditolak jika memasuki kalangan yang besar.

Bisa Membuat Lawan yang Menang Turun Mental
Jika bertemu lawan yang mentalnya kuat, ayam bangkok putih akan bertarung habis-habisan. Adapun ketika pukulan lawan mengenai kepalanya sehingga darah segar mengucur dari luka, ayam lawan biasanya akan menjadi turun mental. Darah merah segar yang mengalir dengan warna putih bulu si ayam kinantan akan membuat lawan bertarungnya tidak bisa melanjutkan pertarungan. Ia tak akan pernah lagi mau bertarung dengan serius. Inilah sebabnya mengapa orang tidak mau bermain adu ayam dengan ayam bangkok putih.

Sulit Dipukul
Mitos yang terakhir seputar ayam bangkok putih adalah kejeliannya dalam menghindari pukulan lawan. Mitos ini sebetulnya timbul akibat warna ayam bangkok putih yang bersinar terutama jika diadu pagi hari. Bersinarnya warna bulu ayam putih membuat lawan tak bisa menatap bidikannya dengan pasti.

Demikian mengenai beberapa mitos ayam bangkok putih petarung yang bisa saya jelaskan dari pengalaman saya sebagai para penyabung pemula. Perlu diingat bahwa mitos-mitos tersebut belum tentu benar. Oleh karena itu, tetaplah bijak menyikapinya. Semoga bisa bermanfaat.

Leave a Reply