Misteri Pengaruh Jengger Ayam Petarung Dalam Arena Sabung Ayam

September 26th, 2017

Sabung Ayam – Selama ini sering sekali para petuah sabung ayam mendengar bahwa jengger yang dimiliki oleh setiap ayam petarung memiliki hubungan yang kemampuan dari ayam tersebut. Benarkah hal tersebut ?

Bila dilihat secara umum, jengger merupakan bagian selaput yang berada pada bagian bawah ataupun atas pada kepala ayam yang bewarna merah. Semakin merah warna jengger tersebut, maka semakin baik kondisi kesehatan dari ayam tersebut. Sebaliknya saat jengger berwarna pucat, maka dapat dikatakan bahwa ayam tersebut dalam kondisi yang kurang sehat atau sedang terjangkit penyakit.

Lalu apa fungsinya saat bertarung ? Bisa dikatakan jengger tidak memiliki fungsi yang sangat berpengaruh saat ayam sedang bertarung. Fungsi baik dari jengger selain untuk mengetahui kondisi dari ayam adalah sebagai bagian untuk mempertegas ayam tersebut. Ayam yang memiliki bentuk jengger yang tajam dan berukuran yang sempurna akan dapat membuat ayam menjadi lebih terlihat perkasa dan percaya diri, sehingga hal ini bisa saja membuat lawannya menjadi tidak percaya diri ketika berhadapan dengan ayam tersebut.

Namun, kabar buruknya adalah saat berada dalam arena sabung ayam, jengger yang ada pada ayam nyatanya sering menjadi target serangan dari ayam lawannya. Karena saat ayam berhasil mematuk jengger, ayam tersebut kemudian akan menggunakan patukan tersebut untuk memicu serangan pada bagian tubuh lawan dengan menarik tubuhnya karena berhasil mendapatkan pegangan pada jengger tersebut. Jadi hal ini juga bisa menunjukkan bahwa ukuran jengger yang terlalu besar malahan akan merugikan bagi seekor ayam petarung.

Untuk itulah, apabila anda sudah menguasai dan mengerti kondisi dari ayam yang anda miliki, maka sebaiknya anda dapat memotong jengger yang ada pada ayam anda agar nantinya ayam lawan tidak memiliki pegangan untuk dapat melancarkan serangannya ke tubuh ayam anda. Selain itu, mengghilangkan jengger juga akan membuat ayam menjadi lebih agresif dan sadis ketika bertarung.

Leave a Reply