Mengenal Ayam Birma Dengan Gaya Bertarungnya

June 23rd, 2017

Sesuai dengan namanya, ayam petarung ini berasal dari Birma/Burma yang sekarang disebut dengan Negara Myanmar. Ayam petarung ini memiliki banyak kelebihan dalam segi bertarungnya, sehingga banyak disenangi oleh para penghobi ayam petarung baik luar atau pun lokal. Harga dari ayam petarung ini juga cenderung cukup mahal berkisar antara jutaan rupiah perekornya.

Ayam Birma memiliki bentuk dan ukuran yang tergolong kecil jika dibanding dengan ayam bangkok dan ayam saigon. Berat ayam birma ini berkisar sekitar 1.80–2.50 kg. Hal ini mungkin karena ayam birma memiliki ukuran tulang yang kecil. Selain dari bentuk tulang yang kecil ayam petarung ini memiliki bentuk paruh yang tajam, bentuk jengernya juga seperti bantam ular atau seperti cabai rawit atau juga seperti tanduk ular.

Selain itu ayam birma memiliki mata yang terlihat seperti melotot dan bening, ayam petarung ini juga memiliki bulu sayap yang tebal dan panjang, sisik kaki yang kecil tapi padat yang dapat memukul lawannya lebih akurat. Ciri-ciri lainnya yaitu pada bagian telinganya ada warna putih (merupakan tanda dari spesies keluarga ayam hutan, ayam liar dan ayam kampung).

Keunggulan ayam petarung ini adalah kepintarannya dalam mencari celah untuk menyerang lawannnya. Ayam birma ini disebut ayam yang diplomatik tidak melawan secara langsung, bahkan terkadang ayam ini sengaja membelakangi dan berpura-pura kabur dan menunggu lawannya kelelahan mengejarnya, setelah lawan kelelahan ayam ini akan langsung menerjang lawannya dengan tajinya hingga lawannya jatuh.

Ayam petarung ini juga memiliki target serangan yang khas yaitu  pukulan pada bagian mata dan telinga  lawan dengan sangat akurat. Ayam birma jarang mematuk lawannya ia lebih senang menyerang dengan tajinya dan dalam pertahanannya ayam petarung ini selalu bergerak keberbagai sisi untuk menghindari serangan dari lawannnya pada bagian kepalanya.

Salah satu kelemahan ayam petarung ini adalah ia tidak tahan terhadap serangan yang bertubi–tubi. Hal ini disebabkan ayam birma memiliki tulang yang kecil dan untuk ikut pertandingan sabung ayam, Ia harus berusia lebih dari 12–15 bulan untuk menunggu tulangnya keras. Sekarang ini sudah banyak keturunan dari ayam ini yang menjuarai berbagai arena (baiasanya dikawin silangkan dengan ayam bangkok).

Tujuan ayam petarung ini dikawin silangkan dengan ayam bangkok adalah untuk medapatkan sifat pantang menyerah, tubuh yang besar  dan mental yang kuat dari ayam bangkok juga mendapat kepintaran dan akurasi pukulan yang akurat dari ayam birma

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai mengenal ayam birma dengan gaya bertarungnya, semoga dengan informasi ini dapat bermanfaat untuk para penghobi ayam petarung terutama bagi Anda yang masih permula dalam hal ini.

 

Leave a Reply