Kandungan Dan Manfaat Kacang Kedelai Sebagai Pakan Ternak

June 29th, 2017

 

Kedelai dikenal dengan berbagai nama di Indonesia. Nama lainnya yaitu kedele, kacang ramang, kacang bulu, kacang gimbol, retak mejong, kaceng bulu, kacang jepun, dekenana, demekun, dele, kadele, kadang jepun, lebui bawak, lawui, sarupapa tiak, dole, kadule, puwe mon, kacang kuning (Sumatera bagian utara) dan gadelei. Berbagai nama ini menunjukkan bahwa kedelai telah lama dikenal di Indonesia.

 

Pengenalan Kacang Kedelai

Kacang kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia sangat baik untuk sabung ayam. Berdasarkan peninggalan arkeologi, tanaman ini telah dibudidayakan sejak 3500 tahun yang lalu di daerah Asia timur subtropik seperti Cina dan Jepang. Namun pada saat ini penghasil kedelai utama dunia adalah Negara Amerika Serikat meskipun kedelai praktis baru dibudidayakan masyarakat di luar Asia setelah tahun 1910.

Kedelai merupakan tumbuhan serbaguna karena akarnya memiliki bintil pengikat nitrogen bebas, kedelai juga merupakan tanaman dengan kadar protein tinggi. Tak jarang juga tanaman ini digunakan sebagai pupuk hijau dan pakan ternak, Contohnya Bungkil kedelai.

 

Kandungan Yang Terdapat Pada Bungkil Kedelai

Bungkil kedelai merupakan hasil bahan yang tersisa setelah kedelai diolah dan diambil minyaknya. Cara pembuatan Bungkil kedelai yaitu melalui beberapa tahapan seperti pengambilan lemak, pemanasan, dan penggilingan. Bungkil kedelai merupakan surnber protein yang baik bagi ternak. Kandungan protein yang terdapat pada bungkil kedelai sekitar 44-51% dan merupakan sumber protein yang amat bagus sebab keseimbangan asam amino yang terkandung didalamnya cukup lengkap dan tinggi. Bungkil kedelai yang baik mengandung air tidak lebih dari 12%

Asam amino yang tidak terkandung dalam protein bungki kedelai adalah metionin dan sistein. Zat asam ini adalah asam amino yang biasanya ditambahkan pada pakan campuran jagung. Tetapi bungkil kedelai memiliki kandungan lisin dan triptofan yang tinggi sehingga dapat melengkapi defisiensi pada protein jagung dan memberikan kebutuhan asam amino esensial bagi temak.

Pada bungkil kedelai ini juga terdapat mengandung sebuah zat antinutrisi seperti tripsin inhibitor yang dapat sangat mengganggu pertumbuhan ayam petarung. Namun zat antinutrisi tersebut akan rusak oleh pemanasan sehingga aman untuk digunakan sebagai pakan unggas.

 

Sekian Informasi dari kita semoga dapat bermanfaat bagi anda semua.

Leave a Reply