4 Macam Ayam Lokal Asli Yang Memiliki Harga Termahal Di Indonesia

July 21st, 2017

Ayam lokal yang satu ini termasuk fauna yang wajib dilestarikan keberadaannya, karena nilai jual yang tinggi, berdasarkan keunikan tersendiri sehingga menjadi sasaran pembisnis dan peternak ayam didunia sabung ayam .

Berikut penjelasan mengenai 4 macam ayam lokal asli yang memiliki harga termahal di Indonesia :

Ayam Ketawa
ayam jenis ini dinamakan dengan ayam ketawa kenapa ? Bukan hanya manusia saja yang bisa tertawa, ayam pun juga bisa. Karena suara kokoknya yang mirip dengan orang sedang tertawa.

Secara postur tubuhnya, ayam jenis ini memiliki bentuk, ukuran, warna bulu, serta gerak-geriknya hampir mirip dengan jenis ayam kampung biasa. Sementara itu dalam hal pemeliharaan dan pengembangbiakannya juga sangat sederhana dan tak berbeda dengan ayam jenis lainnya. Konon pada zaman dulu ayam jenis ini dipelihara oleh kalangan bangsawan di Kerajaan Bugis, Sulawesi Selatan. Ketika itu ayam ketawa menjadi simbol status dan budaya para bangsawan yang sukses, gagah berani, dan pantang menyerah. Pada masa itu ayam jenis ini juga dikenal dengan sebutan ayam jantan dari timur. Menurut masyarakat setempat, ayam jenis ini dipercaya bisa mendatangkan rezeki bagi pemiliknya.

Keunikan ayam ketawa ialah ayam petarung sudah bisa berkokok sejak memasuki usia 3 bulan. Dari suara kokoknya, ayam ketawa dibedakan menjadi tiga jenis yaitu:

  • Gretek, suara kokoknya menyerupai suara manusia ketawa dengan jarak kokokan yang cepat.
  • Gaga, suara kokoknya perlahan dan kemudian terputus seperti terhenti, namun kokokannya tetap berlanjut.
  • Dodo, suara kokoknya terdengar sangat memilukan dan juga menyayat hati. Kabarnya ayam ketawa yang bagus dari bentuk fisik dan suara kokoknya,harganya bisa mencapai sekitar Rp.40 juta.

Ayam Pelung
Kata pelung berasal dari bahasa Sunda, Mawelung atau Melung yang berarti melengkung. Ayam jenis ini mempunyai 3 sifat keturunan yang unik, berpostur tinggi dan memiliki suara kokok yang khas, yaitu panjang bergerak digelombang yang berirama. Dalam hal pertumbuhan, ayam jenis ini perkembangannya juga sangat cepat. Pada umumnya ayam pelung memiliki warna bulu campuran dari merah, putih, hitam, kuning, dan hijau yang mengkilap. Untuk saat ini, jenis ayam pelung semakin diminati oleh para peternak lokal maupun peternak dari luar negeri, bahkan putra dari kaisar Jepang pernah berkunjung ke daerah Cianjur untuk melihat langsung proses pengembangbiakannya. Dan untuk semakin mempopulerkan ayam pelung, setiap tahun di daerah Cianjur diadakan kontes ayam pelung, yang selalu diikuti oleh pecinta ayam hias dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Ayam pelung yang termasuk ke dalam nominasi kontes harganya berkisar Rp. 30 jt an.

Ayam Kokok Balenggek
Ayam jenis ini berasal dari kabupaten Solok, Sumatera Barat. Keunikan Ayam kokok balenggek ini adalah irama berkokok yang bertingkat, mulai dari 3 hingga 12 lenggek, bahkan ada yang mencapai 19 lenggek. Ayam jenis ini terdiri dari 6-15 suku kata, hal ini tergantung dari faktor keturunannya dan juga pelatihannya. Ayam jenis ini memiliki suara kokok yang panjang dan khas, bahkan Pangeran Akhisino dari Jepang, sampai menyempatkan diri berkunjung ke Sumbar hanya untuk mendengarkan kemerduan suara kokok ayam ini. Ayam kokok balenggek yang berkualitas dengan irama kokok yang menarik bisa mencapai harga Rp.20-40 juta.

Ayam Cemani
Jenis ayam ini berasal dari daerah Kedu, Jawa Tengah. Ayam cemani mampu memikat perhatian dari para penggemar ayam unik dan ayam hias dari luar negeri. Keistimewaannya terdapat pada warna tubuhnya yang serba hitam secara keseluruhan, mulai dari warna bulu, organ tubuh, paruh, kuku, lidah, bahkan daging dan juga darahnya berwarna hitam pekat. Biasanya ayam cemani identik dengan praktek mistik / perdukunan. Bagi penduduk dan warga setempat di wilayah Kedu, ayam cemani mempunyai kekuatan tarian dalam hal tolak bala, bisa mendatangkan rezeki serta meningkatkan wibawa dari pemiliknya. Sayangnya ayam jenis ini keberadaannya hampir punah, walaupun masih ada segelintir peternak ayam di daerah Kedu membudidayakannya. Harga ayam Cemani mencapai Rp.30-40 juta / ekor.

Demikianlah artikel mengenai 4 macam ayam lokal asli yang memiliki harga termahal di Indonesia. Semoga ke depannya akan ada lebih banyak lagi peternak dan pecinta ayam yang melestarikan dan membudidayakannya.

Leave a Reply